Hal-Hal Seputar Pengobatan Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Anda Ketahui

Apa itu hipertensi atau tekanan darah tinggi?

pengobatan darah tinggiPenyakit hipertensi vaskular adalah keadaan tingginya tekanan cairan di dalam pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko kerusakan organ-organ seperti jantung, ginjal, otak, dan lainnya. Tekanan darah di dalam tubuh manusia diatur oleh berbagai mekanisme seperti volume darah, sistim saraf otonom, sistim renin-angiotensin-aldosteron (sistim hormon), dan mekanik pembuluh darah (diameter, elastisitas, dan properti fisika lainnya dari pembuluh darah). Karena penyakit ini begitu kompleks, kita menggunakan alat pendeteksi tekanan dengan sphygmomanometer yang biasa diperiksa oleh perawat atau dokter dengan membungkus pergelangan lengan atas.

pengobatan darah tinggi

Kapan disebut tidak normal?

Secara umum untuk usia >18 tahun: sistolik di atas 120 mmHg dan diastolic di atas 80 mmHg dianggap tidak normal (bukan otomatis butuh diobati). Kriteria di atas akan berbeda tergantung usia dan ada tidaknya penyakit lain. Pengukurannyapun harus berkali-kali dan tidak boleh dalam kondisi kaget atau sehabis olah raga, sebab hal-hal itu juga akan meningkatkan tekanan darah karena respon normal tubuh.

Bisa sembuh tidak?

Ingat, sebenarnya istilah hipertensi digunakan untuk menjelaskan penyakit kronis. Kata kuncinya adalah “kronis” yang artinya berjangka waktu lama dan terus menerus. Ibarat selang air yang sudah kaku dan tidak elastis lagi, tidak dapat diperbaiki.

pengobatan darah tinggi

Jadi harus minum obat terus menerus?

Ya. Tujuan dokter memberika obat hipertensi adalah untuk mencegah komplikasi dari keadaan tekanan darah tinggi yang terus-menerus. Kenaikan 10 mmHg dari tekanan darah dasar (baseline) dan tidak mendapatkan pengobatan meningkatkan risiko kematian 1,26 untuk semua sebab kematian; dibandingkan dengan yang minum obat dengan teratur.

Kenapa harus minum terus-menerus dan berjangka waktu (ada yang sekali sehari, ada yang tiga kali sehari)?

Obat tekanan darah tinggi banyak jenisnya, dokter akan memberikan obat yang paling aman untuk pasien yang pertama kali berobat. Durasi kerja obat hipertensi bervariasi antara 8 sampai 24 jam, oleh karena itu ada yang harus diulang 3x sehari atau 1x sehari. Obat-obatan ini bukan memperbaiki kondisi pembuluh darah yang sudah kaku, melainkan mempertahankan tekanan darah yang aman selama durasi kerjanya.

Memang pada saat pertama kali obat yang diberikan belum tentu cocok (karena variasi tubuh manusia), jadi perlu kontrol berkala agar dosis dan jenis obatnya dapat diatur. Kadang butuh berbulan-bulan sampai menemukan dosis dan jenis obat yang cocok untuk satu orang. Mintalah penjelasan kepada dokter anda, agar anda dapat mengerti penuh pengobatan yang diberikan.

pengobatan darah tinggi
Ilustrasi Kurva Konsentrasi Obat di Dalam Tubuh

Olah raga bisa mencegah hipertensi?

Ya. Namun hanya olah raga yang bersifat aerobic seperti jalan kaki, jogging, bersepeda, atau berenang 30-60 menit untuk 4-7 hari dalam seminggu. Lebih sering atau berat dari itu tidak akan mengurangi risiko hipertensi. Olah raga angkat berat juga tidak mengurangi risiko hipertensi.

Haruskah mengurangi konsumsi garam? Berapa banyak yang boleh dikonsumsi?

Garam yang harus dikurangi hanya NaCl (natrium klorida), garam lainnya (Magnesium, Kalium, dan Kalsium) tidak mempengaruhi tekanan darah. Jumlah yang boleh dikonsumsi untuk penderita hipertensi adalah 2000 mg natrium per hari.

pengobatan darah tinggi pengobatan darah tinggi

Kalau alkohol bagaimana?

Rekomendasi konsumsi alkohol tidak lebih dari 14 standard drinks seminggu untuk laki-laki dan 9 standard drinks seminggu untuk wanita. (1 standard drinks = 13,6 g atau 17,2 mL etanol 355 mL bir 5% 148 mL 12% wine)

Apalagi yang harus diperhatikan pada orang dengan hipertensi?

Pertahankan Indeks Masa Tubuh dalam rentang 18,5 – 24,9 dan lingkar pinggang < 102 cm untuk laki-laki dan < 88 cm untuk wanita.

Tentu tidak lupa untuk belajar manajemen stres bagi yang merasa dirinya agak sulit menghadapi tekanan dalam kehidupan. Karena stres juga akan mempengaruhi sistim saraf otonom yang akan mengganggu regulasi tekanan darah normal.

Penulis: dr. Andrew Adiguna Halim

REFERENSI

  1. Barrett, K.E., Barman, S.M., Boitano, S., Brooks, H.L. (2010). Ganong’s review of medical physiology (23rd ed.). United States of America: The McGraw-Hill Companies.
  2. Longo, D.L., et al. (2012). Harrison’s principles of internal medicine (18th ed.). United States of America: The McGraw-Hill Companies.
  3. Staessen, J. A., Gasowski, J., Wang, J. G., Thijs, L., & al, e. (2000). Risks of untreated and treated isolated systolic hypertension in the elderly: Meta-analysis of outcome trials. The Lancet, 355(9207), 865-72.
  4. Armstrong, C. (2014). JNC8 guidelines for the management of hypertension in adults. Am Fam Physician, 90(7), 503-504.
  5. Daskalopoulou, S.S., et al. The 2015 Canadian hypertension education program recommendations for blood pressure measurement, diagnosis, assessment of risk, prevention, and treatment of hypertension. Canadian Journal of Cardiology, 31, 549-568. doi:http://dx.doi.org/10.1016/j.cjca.2015.02.016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *