Placebo Effect

Ringkasan

Sering kali kita mendengar dari dokter kalau pengobatan alternative dan komplementer tidak lebih baik dari plasebo. Nah, sebenarnya apa sih maksudnya plasebo itu? Lalu apa dampaknya ketika kita tahu bahwa pengobatan tertentu lebih baik dari plasebo?

Summary

We often hear in the news that complementary and alternative medicine is no better than placebos. What exactly are placebos?  Also, what is the impact of knowing that certain treatments are no better than placebos?

Placebo-Page1

Apa Itu Plasebo?

Plasebo atau kadang disebut juga pil gula adalah obat atau tindakan yang tidak memiliki manfaat farmakologik di dalam tubuh. Contohnya, ketika peneliti ingin melihat efek plasebo untuk sakit gigi, maka peneliti memberikan obat nyeri yang sudah diakui (seperti asam mefenamat) ke grup percobaan A dan memberikan obat yang bentuknya sama tetapi isinya hanya tepung dan gula ke grup B (tablet/pil ini disebut plasebo).

Dari percobaan seperti inilah kita dapat mengetahui bahwa pengobatan tertentu jelas lebih baik dari plasebo atau tidak ada bedanya dengan plasebo.

Manfaat dan Cara Kerja Plasebo

Plasebo dapat mengurangi rasa nyeri dari jalur opioid (senyawa narkotik alami yang ada di tubuh) maupun non-opioid (senyawa lain yang mengurangi rasa nyeri). Artinya tubuh kita mengeluarkan senyawa molekul yang memblok rasa nyeri ketika kita mengkonsumsi plasebo. Anehnya lagi dengan memberikan antagonis opioid, nalokson (obat yang digunakan untuk mengobati kecanduan narkoba), efek plasebo tersebut hilang.

Dengan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging fungsional (fMRI) juga dapat dilihat bahwa orang yang responsif terhadap plasebo, terdapat penurunan aktivitas otak di daerah yang berperan untuk rasa nyeri. Ternyata efek plasebo tidak hanya mengurangi rasa nyeri yang dilapor oleh pasien, tetapi juga ada penurunan aktivitas di otak yang dapat dinilai dan diukur secara objektif. Dari percobaan tersebut kita tahu bahwa plasebo bukan saja menipu orang untuk berpikir bahwa dirinya menjadi baik, tetapi memang ada perubahan neuro-biologi dalam tubuh manusia bersangkutan.

Peran Pengharapan/Ekspektasi Terhadap Efek Plasebo

Tidak semua orang yang dapat plasebo lantas mendapat efek baiknya. Nampaknya peran pengharapan juga meningkatkan efek baik dari plasebo. Bila pasien yakin bahwa pengobatan A (isinya plasebo) dapat mengurangi rasa sakit, maka perubahan akvitivas di otak akan terlihat dan pasien akan merasakan rasa nyerinya berkurang jauh.

Lain halnya apabila pasien tidak yakin bawah pengobatan yang sama (masih plasebo) dapat mengurangi rasa sakitnya, maka pasien tersebut tidak menunjukan perubahan aktivitas di otak dan rasa nyerinya tidak berkurang. Di sini dapat kita lihat bahwa harapan akan keberhasilan suatu pengobatan plasebo berperan penting dalam merubah keluhan rasa nyeri yang dialami pasien.

Placebo-Page2Gambar 1. Mekanisme Nosebo

Sebaliknya bila pasien yakin bahwa pengobatan A (plasebo) memiliki efek buruk akan dirinya, maka pasien tersebut akan merasakan nyeri atau perasaaan tidak enak lainnya, serta terjadi perubahan aktivitas neurohomonal di otak (gambar 1). Efek kebalikan dari plasebo tersebut kita sebut nosebo.

Dari gambar tersebut juga dapat kita lihat bahwa efek nosebo akan hilang bila pasien diberi Proglumide {penghambat kolesistokinin (CCK)} atau Diazepam (obat penenang), yang alhasil akan menghambat pelepasan hormon stress seperti kortisol. Hal ini menunjukkan juga ada peran neuro-biologik yang mengatur efek plasebo dan nosebo, jadi bukan saja ilusi semata. Rangkuman efek nosebo dan plasebo dapat dilihat di gambar 2.

Placebo-Page3Gambar 2. Efek Plasebo dan Nosebo di Otak

Apakah Plasebo Dapat Mengobati Semua Penyakit?

Walaupun plasebo memiliki efek yang cukup baik terhadap keluhan yang dilaporkan oleh pasien (terutama nyeri dan rasa mual); plasebo tidak memiliki banyak pengaruh terhadap fungsi tubuh lainnya. Lain kata, plasebo bukan obat mujarab yang dapat menyembuhkan segala penyakit seperti depresi, penyakit jantung, ataupun jari yang terpotong.

Kendala lainnya adalah ketika pasien tahu bahwa suatu pengobatan itu plasebo, maka ekspektasi positif terhadap plasebo itu hilang dan berujung pada hilangnya efek yang mungkin diinginkan (seperti kurangnya rasa nyeri). Masih dibutuhkan banyak penelitian yang lebih lanjut untuk dapat mengerti fungsi plasebo sepenuhnya.

Placebo-Page3b

Jadi Pengobatan Apa Saja Yang Tidak Berbeda Dengan Plasebo?

· Akupunktur untuk nyeri sendi ataupun untuk nyeri secara umum (sejauh ini akupunktur memiliki efek yang sangat mirip dengan plasebo, namun butuh penelitian yang lebih besar dan akurat untuk lebih yakin)

· Homeopati (pengobatan alternatif dengan menggunakan senyawa yang membuat pasien bersangkutan sakit, tetapi dosis nya dikurangi atau diencerkan)

· Antibiotik untuk infeksi telinga tengah yang ringan

· Antibiotik (amoksisilin) untuk infeksi saluran nafas tanpa kecurigaan ke pneumonia (infeksi paru berat)

· Vitamin A, B, dan C untuk katarak yang muncul karena usia tua

· Anti-oksidan untuk mencegah kwashiorkor (kurang gizi protein)

· Multi-vitamin dan multi-mineral untuk mencegah kejadian serangan jantung, kanker, atau angka kematian secara umum

· Debridemen artroskopi untuk pasien osteoarthritis (tindakan bedah untuk membersihkan sendi pasien dengan osteoarthritis)

Masih banyak terapi, tindakan, atau pengobatan lain yang mungkin memiliki efek sama dengan plasebo. Konsultasikanlah dengan dokter anda untuk mengetahui lebih jauh.

Penulis: dr. Andrew Adiguna Halim

Sumber:
1. Benedetti, F., Mayberg, H. S., Wager, T. D., Stohler, C. S., Zubieta, Jon-Kar. (2005). Neurobiological mechanisms of the placebo effect. The Journal of Neuroscience, 25(45): 10390-10402. doi: 10.1523/JNEUROSCI.3458-05.2005

2. Hróbjartsson, A., Gøtzsche, P. C. (2010). Placebo interventions for all clinical conditions. Cochrane Database of Systematic Reviews, Issue 1. Art. No.: CD003974. doi: 10.1002/14651858.CD003974.pub3

3. Brown, J. A., Fowler, S. L., Rasinski, H. M., Rose, J. P., & Geers, A. L. (2013). Choice as a moderator of placebo expectation effects: Additional support from two experiments. Basic and Applied Social Psychology, 35(5), 436-444. doi:10.1080/01973533.2013.803968

4. Benedetti, F., Lanotte, M., Lopiano, L., Colloca, L. (2007). When words are painful: Unravelling the mechanisms of the nocebo effect. Neuroscience, 147, 260-271. doi:10.1016/j.neuroscience.2007.02.020

5. Deare, J. C., Zheng, Z., Xue, C. C. L., Liu, J. P., Shang, J., Scott, S. W., Littlejohn, G. (2013). Acupuncture for treating fibromyalgia. Cochrane Database of Systematic Reviews, Issue 5. Art. No.: CD007070. DOI: 10.1002/14651858.CD007070.pub2.

6. McCarney RW, Warner J, Fisher P, van Haselen R. (2003). Homeopathy for dementia. Cochrane Database of Systematic Reviews, Issue 1. Art. No.: CD003803. DOI: 10.1002/14651858.CD003803.

7. Heirs M, Dean ME. (2007). Homeopathy for attention deficit/hyperactivity disorder or hyperkinetic disorder. Cochrane Database of Systematic Reviews, Issue 4. Art. No.: CD005648. DOI: 10.1002/14651858.CD005648.pub2.

8. Venekamp RP, Sanders SL, Glasziou PP, Del Mar CB, Rovers MM. (2015). Antibiotics for acute otitis media in children. Cochrane Database of Systematic Reviews, Issue 6. Art. No.: CD000219. DOI: 10.1002/14651858.CD000219.pub4

9. Little, P., Stuart, B., Moore, M., Coenen, S., Butler, C. C., Godycki-Cwirko, M., … and Davies, M. (2013). Amoxicillin for acute lower-respiratory-tract infection in primary care when pneumonia is not suspected: a 12-country, randomised, placebo-controlled trial. The Lancet Infectious Diseases, 13(2), 123-129.

10. Mathew MC, Ervin AM, Tao J, Davis RM. Antioxidant vitamin supplementation for preventing and slowing the progression of age-related cataract. (2012). Cochrane Database of Systematic Reviews, Issue 6. Art. No.: CD004567. DOI: 10.1002/14651858.CD004567.pub2.

11. Odigwe CC, Smedslund G, Ejemot-Nwadiaro RI, Anyanechi CC, Krawinkel MB. (2010). Supplementary vitamin E, selenium, cysteine and riboflavin for preventing kwashiorkor in preschool children in developing countries. Cochrane Database of Systematic Reviews, Issue 4. Art. No.: CD008147. DOI: 10.1002/14651858.CD008147.pub2

12. Alexander, D. D., Weed, D. L., Chang, E. T., Miller, P. E., Mohamed, M. A., & Elkayam, L. (2013). A systematic review of multivitamin-multimineral use and cardiovascular disease and cancer incidence and total mortality. J Am Coll Nutr, 32(5), 339-354. doi:10.1080/07315724.2013.839909

13. Madsen Matias Vested, Gøtzsche Peter C, Hróbjartsson Asbjørn. (2009). Acupuncture treatment for pain: systematic review of randomised clinical trials with acupuncture, placebo acupuncture, and no acupuncture groups. BMJ; 338 :a3115

14. Laupattarakasem W, Laopaiboon M, Laupattarakasem P, Sumananont C. (2008). Arthroscopic debridement for knee osteoarthritis. Cochrane Database of Systematic Reviews, Issue 1. Art. No.: CD005118. DOI: 10.1002/14651858.CD005118.pub2.

One Reply to “Placebo Effect”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *