Bagaimana Mendapatkan Kualitas Tidur Yang Baik?

kualitas tidur baik

Tidur adalah suatu proses unik yang terjadi pada tubuh. Secara otomatis kita akan mengantuk kemudian tertidur dan secara otomatis pula kita akan terbangun dan tidak mengantuk lagi. Bila tidur ini terganggu atau tidak cukup tentu dapat mempengaruhi pekerjaan dan menganggu aktivitas sehari-hari. Maka penting sekali kita mengetahui seperti apa sebenarnya proses tidur dan tips –tips apa saja yang dapat memperbaiki kualitas tidur kita.

kualitas tidur baik

Proses tidur

Rasa mengantuk terjadi didalam otak. Ketika mulai tidur, denyut jantung akan perlahan menurun, suhu tubuh akan menurun secara perlahan, dan kemudian terjadi perubahan berbagai macam gelombang listrik pada otak kita yang bisa terlihat pada alat yang dikenal dengan EEG (Elektroensefalogram). Terdapat beberapa tahapan yang dapat direkam oleh EEG ketika kita tidur, yaitu NREM (Non Rapid Eye Movement) dan REM (Rapid Eye Movement)

NREM (Non Rapid Eye Movement) suatu proses yang langsung dimulai begitu kita tertidur. Terdapat 4 tahapan pada NREM dan 1 tahapan REM (Rapid Eye Movement). NREM 1 dan 2 terjadi pada saat kita tidur ringan, disini gelombang otak masih belum bekerja untuk memasuki tidur nyenyak. Pada NREM 1 dan 2 kita masih mudah untuk terbangun dan terganggu dengan suara-suara, dan disini suhu tubuh akan perlahan-lahan menurun.

Setelah memasuki fase NREM 2 maka perlahan kita akan memasuki tidur yang lebih dalam (fase NREM 3-4), yang jika dibangunkan difase ini kita akan merasa sangat pusing dan tidak nyaman. di Fase NREM inilah otot-otot akan mulai relaksasi, aliran darah akan meningkat, jaringan yang mengalami kelelahan akan mengalami proses pemulihan, dan sel-sel yang rusak akan diperbaiki.

kualitas tidur baik

Jika sudah memasuki tidur yang lebih dalam ,perlahan –lahan kita akan bermimpi dan disini lah kita memasuki REM (Rapid Eye Movement) yang mengapa pada fase ini jika diperhatikan kelopak mata akan bergerak sedikit (karena aktivitas signal yang terjadi di otak). Fase REM ini akan memberikan energi ke otak dan seluruh tubuh kita,sehingga kita dapat bekerja dengan baik ketika bangun.

kualitas tidur baik
Empat fase (sebagai 1 siklus) ini biasanya berlangsung selama satu setengah jam, dan minimal setiap orang harus mengalami 4 tahapan ini untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik.Jika salah satu tahapan mengalami gangguan maka dapat mengurangi kualitas tidur kita dimalam hari. Tidur pada malam hari sebaiknya terdiri dari lima atau enam siklus.

Ritme Sirkadian / body clock

Semua proses tidur dikontrol oleh suatu ritme yang dikenal dengan ritme sirkadian atau jam tubuh (body clock) yang akan meregulasi tubuh kita selama 24 jam secara otomatis untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan disekitar tubuh.

Ritme sirkadian ini secara alami meningkat pada pagi hari sehingga membuat kita terbangun, tersadar dan segar dan puncaknya adalah sore hari. Setelah memasuki 15 jam, ritme sirkadian ini akan memasuki kadar yang rendah sehingga dorongan tidur akan semakin besar dan kita merasa lelah sehingga membantu kita untuk tidur.

Normalnya gangguan tidur yang terjadi terus menerus adalah akibat terganggunya ritme sirkadian, hal ini biasanya dialami oleh para orang-orang dengan pekerjaan shift malam dan yang sering bepergian keluar negeri (dikenal dengan jet lag). Ritme sirkadian yang sering terganggu dapat menganggu kesehatan dan pada beberapa penelitian hal ini sangat berhubungan dengan insiden terjadinya obesitas dan diabetes tipe 2 (kencing manis), depresi, gangguan pencernaan dan penyakit seperti jantung dan koroner.

Hormon tidur

Disamping dari ritme sirkadian, pada tubuh kita memiliki suatu zat kimia dan hormon yang mempengaruhi siklus tidur. Beberapa hormon dan zat kimia yang berperan penting di otak untuk proses tidur adalah melatonin (hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pineal diotak), serotonin (hormon yang berhubungan dengan mood), ghrelin(hormon yang membuat kita lapar), dan leptin (hormon yang membuat kita kenyang).

Ketika mulai malam hormon melatonin akan perlahan meningkat, dan memberikan sinyal pada tubuh kita untuk tidur. Hormon ini akan bekerja dan berespon sangat baik terhadap gelap dan sangat sensitif terhadap cahaya, sedikit cahaya saja dapat membuat produksi melatonin tidak maksimal sehingga membuat kualitas tidur akan berkurang. Melatonin bisa didapat dari makanan dengan kandungan protein tinggi (salmon, daging dan unggas). Hormon ini sangat berperan penting untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik dan segar ketika bangun.

Penelitian menunjukan bahwa pola tidur yang berantakan dan tidak rutin akan berhubungan dengan overweight dan obesitas. Beberapa hormon yang berperan pada hal ini adalah serotonin, ghrelin dan leptin. Ketika badan tidak cukup tidur akan membuat serotonin menurun, serotonin yang rendah membuat diri kita mudah merasa cemas, stres dan lapar sehingga membuat kita mencari makanan yang mengandung banyak gula dan karbohidrat.

Kekurangan tidur juga menyebabkan meningkatnya hormon ghrelin yaitu suatu hormon yang membuat kita merasa lapar dan merangsang nafsu makan. Selain serotonin dan ghrelin, hormon leptin yang mempunyai fungsi sebagai alarm penanda kenyang menurun, sehingga tubuh sulit merasa kenyang. Disamping dari peran hormon-hormon, faktor rasa lelah juga biasanya akan membuat makan akan berlebih karena sugesti alam bawah sadar merasa kita kehilangan banyak energi sehingga harus makan yang banyak.

Kebutuhan tidur rata – rata berdasarkan usia adalah sebagai berikut:
· Bayi baru lahir – batita : 18 -21 jam/hari
· Usia 3 – 8 tahun : 11 – 13 jam/hari
· Usia 9 – 12 tahun : 11 jam / hari
· Usia 13 -19 tahun : 9 – 11 jam /hari
· Usia dewasa : 8-10 jam /hari

Bagaimana jika waktu dan lamanya tidur sudah terpenuhi dengan baik, tetapi kualitas tidur Anda masih belum baik? Seperti tidak merasa puas walaupun sudah tidur lama, atau merasa masih lelah dan tidak segar ketika bangun tidur? Cobalah beberapa tips berikut agar bisa mendapatkan kualitas tidur yang baik.

  1. Kamar tidur, harus merupakan tempat yang tenang dan nyaman untuk istirahat. Pastikan kamar tidur Anda tenang, cukup gelap ketika lampu dimatikan dan suhu udara kamar yang ideal adalah berkisar antara 18 – 21 derajat selsius. Pastikan ventilasi kamar Anda baik sehingga akan jauh lebih nyaman. Pastikan Anda memiliki matras tidur yang nyaman dan sesuai dengan tulang punggung, jangan lupa kenyamanan bantal juga dapat mempengaruhi tidur Anda. Buatlah kamar tidur Anda untuk beristirahat jauhkan dari komputer, TV dan barang-barang kantor.

2. Cukup gelap. Yang terpenting dari suatu kamar yang nyaman untuk tidur adalah keadaan kamar yang cukup gelap, walaupun ada beberapa orang hanya dapat tidur dalam keadaan lampu menyala terang tentunya kualitas tidur yang didapat akan lebih baik ketika gelap. Mengapa? Karena kita memiliki hormon yang disebut dengan melatonin yang dapat menstimulus untuk tidur. Begitu mulai malam hormon melatonin akan perlahan meningkat, dan memberikan sinyal pada tubuh kita untuk tidur. Hormon ini akan bekerja dan berespon sangat baik terhadap gelap dan sangat sensitif terhadap cahaya, sedikit cahaya saja dapat membuat produksi melatonin tidak maksimal sehingga membuat kualitas tidur akan berkurang. Hormon ini sangat berperan penting untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik dan segar ketika bangun.

Gunakan gorden tebal atau penutup mata jika kamar Anda kurang cukup gelap ketika lampu sudah dimatikan. Jika Anda masih tidak terbiasa dengan gelap gulita dan sering terbangun dimalam hari, usahakan agar tidak menyalakan lampu atau sediakan lampu neon kecil kamar dengan lampu yang berwarna merah (warna lampu merah ini tidak menganggu produksi melatonin) sehingga Anda akan mudah kembali tertidur dan tidak tersandung ketika berjalan.

3. Barang elektronik. Penggunaan barang – barang elektronik seperti komputer,telepon genggam,tablets, dan televisi dua jam sebelum tidur dikatakan dapat menekan produksi melatonin sehingga nantinya dapat berakibat gangguan tidur.

4. Rutinitas. Buatlah suatu rutinitas untuk jam tidur Anda. Jangan tidur terlalu cepat maupun terlalu malam. Jika Anda sulit untuk tertidur, coba dengan mendengarkan musik yang tenang dan pelan sampai membuat Anda mengantuk dan pastikan lampu kamar selalu dalam keadaan gelap dan lakukan hal yang bersifat relaksasi. Pertahankan pola tidur dengan jam tidur yang sama setiap harinya, bahkan dihari libur karena hal ini dapat membuat suatu rutinitas tidur yang teratur dan menciptakan tidur yang lebih baik.

5. Stres dan Cemas. Ketika seseorang memiliki rasa cemas, hal ini dapat membuat otak menjadi sedikit tegang dan menstimulus gelombang di otak yang semakin membuat kita berpikir banyak dan bertambah cemas. Ketika hal ini berlangsung, akan menjadi suatu siklus yang membuat pola tidur kita terganggu, dan sulit mendapatkan tidur yang baik. Kurangi rasa stres dan cemas dengan keluar dan mencari teman bicara jika perlu.

6. Nikotin, kafein dan alkohol. Batasi asupan minum sebelum tidur, sehingga Anda tidak akan terbangun dari tidur hanya karena untuk buang air kecil. Selain itu nikotin,kafein dan alkohol dapat menjadi salah satu penyebab terganggunya tidur dimalam hari. Efek dari nikotin dan kafein yang membuat kita segar akan menurun kadarnya cukup lama dalam tubuh, sehingga hindari merokok atau minum minuman yang mengandung kafein(kopi,teh,cokelat,soda) empat sampai enam jam sebelum tidur karena dapat memperngaruhi kualitas tidur. Walaupun alkohol dikatakan dapat membantu untuk tidur, tetap jangan minum beberapa jam sebelum tidur karena dapat membuat kita terjaga dan menurunkan kualitas tidur pada malam hari.

7. Olahraga. Terkadang sulitnya tidur dapat hanya dikarenakan bahwa tubuh kita kurang aktif bergerak pada hari itu. Olahraga dapat meningkatkan suhu tubuh, dan suhu tubuh ini akan meningkat 2 derajat dari suhu tubuh normal selama 4 sampai 5 jam, yang kemudian barulah akan perlahan menurun. Pada saat suhu tubuh ini mulai menurun lah, tubuh akan memberikan sinyal yang sangat baik untuk tidur dan memberikan kualitas tidur yang jauh lebih baik. Sehingga jika Anda berolahraga agar tidur lebih nyenyak, pastikan olahraga dilakukan 4-5 jam sebelum jam tidur, karena jika tidak Anda justru akan terjaga dan kualitas tidur akan berkurang.

Semoga dengan memahami proses tidur dan apa yang terjadi pada otak kita beserta dengan tips-tips yang sudah diberikan, dapat membuat Anda tidur dengan pola dan rutinitas yang baik serta mendapatkan kualitas tidur yang baik, sehingga tubuh akan tetap bugar dan sehat.

Oleh : dr. Yi Yin Meria Daini
Referensi
1. Sleep tips: 7 steps to better sleep. Available at: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/sleep/art-20048379
2. Yinka Thomas Msc ; Get a Good Night’s Sleep. 7 Practical Steps. Available at http://www.sleepcouncil.org.uk/wp-content/uploads/2013/01/Get-a-Good-Nights-Sleep
3. Gerber, Markus; Brand, Serge; Holsboer-Trachsler, Edith; Pühse, Uwe; Fitness and Exercise as Correlates of Sleep Complaints: Is It All in Our Minds? Medicine & Science in Sports & Exercise: May 2010 – Volume 42 – Issue 5 – pp 893-901.
4. Twelve Simple Tips to Improve Your Sleep. Available at http://healthysleep.med.harvard.edu/healthy/getting/overcoming/tips
5. What happen when you sleep? Available at http://sleepfoundation.org/how-sleep-works/what-happens-when-you-sleep

Sulitnya Punya Anak

Summary

Are you and your partner planning to have a child? Fertility of a male is one of the deciding factors when planning to have a child. Male’s fertility depends on several factors, one of the important factors being the quality of the sperm. Here we discuss the key factors for sperm quality, what factors that affect it, and some tips and advices to increase your fertility.

BabyPage1
Anda dan pasangan anda berencana memiliki momongan? Kesuburan pria merupakan salah satu faktor dalam memiliki keturunan. Kesuburan seorang lelaki ditentukan oleh berbagai faktor, salah satu faktor penting adalah kualitas sperma. Berikut pembahasan mengenai indikator penentu kualitas sperma, faktor apa saja yang mempengaruhinya sekaligus beberapa tips dan saran untuk meningkatkan kesuburan anda.

Kriteria Penentu Kualitas Sperma

Penentu kualitas sperma diperiksa dari semen pria. Semen adalah cairan putih atau abu-abu, terkadang kekuningan, yang dikeluarkan dari penis pada saat ejakulasi sedangkan sperma adalah pembawa pesan gen dari pria. Diibaratkan sperma adalah ‘kecebong’, sedangkan semen adalah kolam tempat sperma berenang. Sebelum dilakukan pemeriksaan semen disarankan untuk berpuasa bersetubuh (abstinensi) sekitar 3-5 hari. Pemeriksaan semen terbaik selambatnya sejam sesudah ejakulasi. Berikut adalah empat kriteria yang dinilai dari pemeriksaan semen menurut WHO:

1. Volume – Rata-rata 2 – 5 cc semen dalam satu kali ejakulasi. Secara konsisten mengeluarkan kurang dari 1,5 cc (hypospermia) atau lebih dari 5,5 cc (hyperspermia) dikatakan abnormal.

2. Konsentrasi sperma – Semen pria yang tidak memiliki sperma secara kasat mata terlihat sama dengan semen pria lainnya, hanya pengamatan melalui mikroskoplah yang dapat membedakannya. Setelah dilakukan penghitungan dibawah mikroskop diperkirakan jumlah sperma dalam tiap ml semen. Normalnya terdapat 20 juta – 40 juta sperma per 1 cc semen, di bawah 20 juta/cc dikatakan konsentrasi sperma rendah dan di bawah 10 juta/cc digolongkan sangat rendah.

SpermaPage2

3. Morfologi Sperma – Sperma normal memiliki bentuk kepala oval beraturan dengan ekor lurus panjang di tengahnya. Sperma yang bentuknya tidak normal seperti kepala bulat, kepala pipih, kepala terlalu besar, kepala ganda, tidak berekor, dll, adalah sperma abnormal dan tidak dapat membuahi telur. Hanya sperma yang bentuknya sempurna yang disebut normal. Pria normal memproduksi paling tidak 30% sperma berbentuk normal.

4. Motilitas (Pergerakan) Sperma

Digolongkan dalam 4 tingkatan:

– Kelas a: sperma yang berenang maju dengan cepat dalam garis lurus
– Kelas b: sperma yang berenang maju tetapi dalam garis melengkung atau bergelombang, atau dalam garis lurus tetapi lambat.
– Kelas c: sperma yang menggerakkan ekornya tetapi tidak melaju.
– Kelas d: sperma yang tidak bergerak sama sekali.

Sperma kelas c dan d adalah sperma yang buruk. Pria yang subur memproduksi paling tidak 50% sperma kelas a dan b. Bila proporsinya kurang dari itu, kemungkinan akan sulit memiliki anak.

Faktor Penentu Kualitas Sperma

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas sperma seorang pria:

– Stress – Emosi yang tidak stabil memicu produksi prolaktin yang mempengaruhi hormon testosteron yang dapat mempengaruhi produksi sperma.
– Suhu testis – Apabila suhu testis terlalu tinggi, produksi sperma bisa terganggu. Pemakaian celana yang terlalu ketat, mandi di sauna atau berendam air hangat, paparan terhadap benda panas seperti laptop dapat mengurangi produksi sperma.
– Berat badan – Dapat menyebabkan penumpukan lemak di area testis yang dapat mengurangi produksi sperma.
– Hindari penggunaan lubrikasi saat berhubungan karena dapat menganggu motilitas sperma (mengurangi kemungkinan terjadinya pembuahan)
– Konsultasikan pengobatan anda – Obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi kualitas sperma. Kemoterapi maupun terapi radiasi dapat mempengaruhi produksi sperma.
– Gaya hidup – Rokok, narkotika dan alkohol dapat merusak fungsi seksual. Penelitian menunjukkan selain membuat penurunan sperma, merokok juga dapat merusak DNA sperma dan meningkatkan disfungsi ereksi.
– Penyakit Menular Seksual – Penyakit kelamin seperti gonore dapat menyebabkan infertilitas pada pria.
– Terlalu sering masturbasi dapat menurunkan jumlah sperma yang diproduksi

Makanan Yang Baik Untuk Sperma

Makanan-makanan apa saja sih yang baik untuk produktifitas sperma? Berikut daftarnya:

1. Makan kaya protein seperti tiram, daging kambing, kalkun, gandum, buncis, daging merah, kacang, kuaci biji labu kuning,alpokat, pisang, dan almond.
2. Makan mengandung besi dan asam amino seperti bayam, rumput laut, biji bunga matahari, putih telor, dan daging unggas.
3. Seledri mentah karena mengandung androsterone yang baik untuk stimulasi seksual.
4. Vitamin antioksidan seperti C,E, dan B12 untuk produksi sperma.
5. Sumber selenium seperti tuna, daging merah, daging unggas, telur, dan keju.
6. Likopen yang banyak terdapat pada tomat, anggur merah, dan jambu biji merah.
7. Folate(folic acid) pada asparagus, brokoli, buncis, jeruk, sayuran hijau daun, dan gula bit.

Kapan Kita Mencari Pertolongan?

FamilyPage4

Setelah mengadopsi pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan untuk meningkatkan kualitas sperma serta menghindari hal-hal yang dapat merusak kualitas sperma, bila anda dan pasangan telah kurang lebih 1 tahun berhubungan namun belum memiliki anak, mungkin anda dapat meminta pertolongan dokter.

Daftar Pustaka

1. http://www.pramita.co.id/index.php/139-sperformance/125-analisis-sperma-dan-kesuburan-pria
2. http://health.kompas.com/read/2013/10/09/1052121/11.Langkah.Memperbaiki.Kualitas.Sperma
3. http://rona.metrotvnews.com/read/2015/09/21/172036/8-faktor-yang-pengaruhi-kualitas-sperma
4. http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/fertility/art-20047584?pg=2
5. http://www.cara-tips.com/ketahuilah-kondisi-sperma-anda.htm
6. http://dahsyat.net/manfaat-asi/3122?utm_source=rss&utm_medium=rss
7. http://id.theasianparent.com/10-tips-memiliki-keluarga-bahagia/2/

Nyeri Pada Saat Melakukan Hubungan Seksual, Apa Saja Sebabnya?

Ringkasan / Summary

“Pain is your body’s way of signaling that something is wrong. It’s a cue to take a step back and figure out what’s happening.” – Debra Herbenick, PhD . If you have sex and it comes become painful sex rather than pleasure feeling, this must be a concern. Most woman can experience this thing and can lead to reduce physical contact and love towards each other. Let’s take a look what causes it and what tips can we do to handle this problem.

“Nyeri adalah suatu mekanisme tubuh untuk memberikan signal bahwa ada sesuatu yang salah dari tubuh kita, ini merupakan suatu tanda yang harus diperhatikan dan dicari tahu apa sebabnya” – Debra Herbenick, PhD.

Jika ketika berhubungan seksual bukanlah sesuatu yang menyenangkan justru malah rasa sakit yang Anda rasakan, ini merupakan suatu masalah yang harus diperhatikan. Nyeri ketika berhubungan seksual merupakan masalah yang sering dialami oleh wanita dan dapat menganggu keharmonisan dari suatu hubungan. Simak apa saja penyebabnya dan sedikit tips untuk menanganinya.

Nyeri Pada Saat Melakukan Hubungan Seksual

Bagaimana jika ketika berhubungan seksual membuat Anda justru tidak merasa nyaman dan bahkan nyeri atau sakit pada saat berhubungan ? Tentunya rasa nyeri ketika berhubungan akan cukup menganggu dan bahkan dapat berakhir dengan hilangnya keinginan untuk berhubungan intim dengan pasangan yang tentunya akan menganggu suatu hubungan dan mempengaruhi mood/perasaan kedua pasangan tersebut.

Dispareunia (sebutan untuk nyeri ketika berhubungan seksual) ini ternyata dialami oleh wanita sebanyak 14% – 22%. WHO (World Health Organization) menemukan prevalensi tertinggi dialami oleh wanita dengan rentang usia 20 – 29 tahun dan pada beberapa studi ditemukan seperempat sampai dengan setengah dari wanita yang sudah menopausee (ketika homon-hormon wanita sudah tidak diproduksi lagi atau sangat sedikit jumlahnya) juga mengalami masalah ini.

Dispareunia merupakan istilah yang dipakai dimana nyeri terjadi pada daerah kewanitaan secara terus menerus atau nyeri ini terjadi sebelum, pada saat sedang melakukan, atau setelah melakukan hubungan intim.

Apa Saja Yang Dapat Menyebabkan Hal Ini?

Banyak hal yang dapat menyebabkan rasa nyeri ketika berhubungan seksual, penyebab nyeri dibagi menjadi gangguan secara fisik atau secara emosional (masalah berupa adanya stress, cemas, dll).

Penyebab dari nyeri fisik ketika berhubungan seksual sangat bervariasi dan berbeda-beda setiap orangnya tergantung dari apakah nyeri terjadi ketika penetrasi pertama kali dari penis kedalam liang vagina atau ketika penetrasi terjadi lebih dalam. Disamping masalah fisik, hal ini banyak sekali disebabkan oleh faktor emosi.

Closeup on woman's stomach in pain isolated on white background
Closeup on woman’s stomach in pain isolated on white background

Dikatakan adanya nyeri ketika berhubungan seksual(dispareunia) adalah jika Anda merasakan salah satu nyeri seperti:

– Nyeri terjadi hanya ketika dilakukannya penetrasi penis pertama kali kedalam liang vagina saat berhubungan intim
– Nyeri yang dirasakan terus menerus pada setiap penetrasi terjadi
– Muncul nyeri berulang ketika sebelumnya sudah pernah sembuh atau sempat merasakan berhubungan seksual tanpa adanya nyeri
– Rasa terbakar dan nyeri
– Nyeri berdenyut yang berlangsung beberapa jam setelah berhubungan seksual

Nyeri Pada Saat Penetrasi Pertama Kali

Nyeri yang dirasakan pada saat pertama kali penetrasi terjadi biasanya disebabkan oleh:

• Kurangnya lubrikasi (vagina terlalu kering). Jika hal ini terjadi disarankan untuk melakukan foreplay atau pemanasan lebih dahulu sebelum memulai suatu hubungan, sehingga sang wanita akan lebih rileks. Disamping itu hal ini juga sering terjadi pada wanita yang sudah memasuki menopause, untuk masalah ini dapat dicoba dengan dibantu oleh pelumas gel steril ataupun terapi hormon esterogen (konsultasi dengan dokter Anda).

• Infeksi / radang pada daerah sekitar kewanitaan (sehingga terjadi adanya luka atau gesekan). Keputihan atau infeksi pada daerah kewanitaan menyebabkan adanya rasa gatal dan menganggu daerah kewanitaan bisa menjadi salah satu sebab penyebab dari nyeri ketika penetrasi terjadi. Karena suatu infeksi akan membuat daerah sekitar dinding meradang, sehingga jika terjadi gesekan akan menimbulkan adanya lecet ataupun luka.

Konsultasikan dengan dokter untuk mengobati masalah keputihan, dan hindari berhubungan intim sampai masalah keputihan selesai. Jika dibiarkan terus menerus nyeri bisa dirasakan seperti rasa terbakar/perih sekali hingga nyeri yang berdenyut yang tidak hilang selama beberapa jam setelah hubungan seksual.

• Vaginismus (otot-otot pada daerah vagina mengencang/tegang/kontraksi terus menerus) sehingga hal ini akan membuat rasa seperti otot yang keram terus menerus,hal ini seringkali terjadi ketika wanita merasakan cemas, takut, atau panik. Sering terjadi pada pasangan yang baru menikah. Disarankan untuk rileks atau minta pasangan untuk membuat tenang dan dimulai secara perlahan.

• Kelainan bawaan, seperti selaput dara yang terlalu tebal sehingga penetrasi sulit dilakukan. Hal ini harus diperiksa oleh dokter dan dikonsultasikan dengan dokter spesialis kandungan.

Nyeri Pada Saat Setiap Penetrasi Dilakukan (Deep pain/Thrusting Pain)

Tidak peduli kapan pun penetrasi dilakukan, nyeri selalu dirasakan didaerah liang vagina maupun sekitar daerah kewanitaan. Nyeri dengan tipe seperti ini biasanya disebabkan oleh:

• Beberapa penyakit dan kondisi seperti endometriosis, infeksi pada daerah panggul, masalah pada rahim(kelainan bentuk atau adanya kista,miom,dll), bahkan adanya ambeien/wasir dapat menyebabkan adanya nyeri ketika dilakukannya penetrasi. Jika masalah Anda disebabkan oleh salah satu diatas lakukan fisioterapi, pijat atau relaksasi dan jika perlu konseling dengan dokter jika diperlukan obat-obat untuk membantu meringankan nyeri.

• Riwayat operasi atau obat-obatan. Adanya keloid atau jaringan ikat (tergantung dari bakat keloid setiap orang) yang terbentuk setelah operasi (pengangkatan rahim, operasi Miom, dll) juga dapat menyebabkan nyeri ketika dilakukannya hubungan seksual. Untuk itu penting sekali jika Anda mengkonsultasikan hal ini ke dokter yang melakukan operasi Anda, agar lebih paham dengan keadaan yang alami.

Penggunaan beberapa obat-obatan hormonal juga dapat membuat keadaan tertentu yang membuat nyeri ketika dilukan penetrasi, untuk itu pentingnya dilakukan konsultasi dengan dokter untuk penggunaan obat-obatan hormonal.

Masalah Emosional

Dispareuniaj

Emosi merupakan faktor yang berperan penting dalam melakukan hubungan seksual, untuk itu nyeri yang dialami pada saat berhubungan seksual beberapa bisa dikarenakan oleh adanya masalah emosional.Terganggunya secara emosi terus menerus dapat menurunkan libido, hasrat dan rasa sayang untuk pasangan sehingga dapat membuat suatu hubungan tidak lagi harmonis dan menganggu kelangsungan hubungan pasangan tersebut. Beberapa penyebab yang berhubungan dengan masalah emosional dapat berupa:

• Gangguan psikis – Cemas, deperesi, rasa takut, minder dengan penampilan tubuh Anda sendiri, hal ini dapat menganggu keseimbangan dari hubungan biologis, sehingag penurunan libido serta rasa cemas yang muncul dapat membuat ketika dilakukan penetrasi menjadi tidak nyaman dan bahkan sakit/nyeri. Mencoba membiasakan untuk bercerita secara terbuka dengan pasangan Anda bahkan untuk masalah intim setiap ada masalah yang Anda alami, sehingga masalah-masalah tidak menumpuk dan hubungan Anda dengan pasangan akan selalu harmonis. (baca: Mitos-Mitos Seputar Seks Dari Segi Kedokteran)

• Stres – Ketika hubungan intim dimulai dalam keadaan stres atau cemas yang berlebihan dan tidak tenang seluruh otot-otot panggul akan berkontraksi/mengeras sehingga ketika dilakukan penetrasi, otot-otot ini terlalu kaku yang menyebabkan terjadinya nyeri. Jika menemukan tanda-tanda pasangan Anda cemas atau stress, buat pasangan Anda agar lebih rileks atau nyaman misalnya mungkin dengan kamar yang sedikit redup tidak terlalu terang. Jika hal ini berlangsung terus menerus, disarankan untuk mengkonsultasikan masalah Anda ke seksolog.

• Riwayat pelecehan seksual – Beberapa wanita mungkin punya riwayat pernah mengalami suatu pelecehan seksual dan kejadian yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan suatu tindakan seksual. Hal ini tentunya menjadi suatu trauma untuk beberapa orang. Jika Anda adalah orang yang tertutup dan sulit untuk menceritakan hal ini dengan pasangan Anda, disarankan untuk sama-sama berkonsultasi dengan dokter atau seksolog, sehingga bisa dilakukan konseling bersama agar saling mendukung satu sama lain.

Pada beberapa kasus sulit sekali membedakan penyebab dari dyspareunia (nyeri ketika berhubungan seksual) yang disebabkan oleh masalah fisik ataupun gangguan emosional. Untuk itu pada kasus seperti ini, dokter membutuhkan pemeriksaan fisik mulai dari melihat apakah masalah berupa suatu infeksi dengan melakukan beberapa pemeriksaan darah, hingga pemeriksaan lengkap dengan USG dan bahkan bisa ditemukan adanya pemeriksaan hormonal jika diperlukan.

Maka penting sekali agar saling terbuka dengan pasangan pada saat pertama kali Anda mengalami masalah nyeri ketika berhubungan seksual dan jika masalah tidak terselesaikan jangan malu ataupun takut untuk melakukan konsultasi ke dokter ahli kandungan/Seksolog.

Jangan biarkan hal ini menetap lama, karena walaupun faktor kebahagiaan tidak diukur dari seberapa sering frekuensi intim dilakukan/orgasme pasangan (baca: Seberapa Sering Seharusnya Hubungan Seksual Dilakukan), tetapi kebutuhan biologis ini seringkali menganggu keharmonisan dari suatu hubungan. Mulailah suatu hubungan seksual dengan rileks, tidak tergesa-gesa, dan membuat nyaman satu sama lain.

Oleh : dr. Yi Yin Meria Daini

Referensi

1. Dypareunia. Sexual Health Australia . Available from : http://www.sexualhealthaustralia.com.au/page/dispareunia.html

2. John FS, Denniz AZ. Evaluation and Treatment of Dispareunia. American College of Obstetricians and Gynaecologists. Obstet Gynecol 2009 May;113:1124-36

3. Painful sex (dispareunia).Updated 20th August 2015;cited 24th September 2015. Available from : https://jeanhailes.org.au/health-a-z/sex-sexual-health/painful-sex-dispareunia

4. health.harvard.edu. When sex gives more pain than pleasure. Updated 1st May 2012; cited 24th September 2015 . Available from : http://www.health.harvard.edu/pain/when-sex-gives-more-pain-than-pleasure

5. prevention.com. 8 Reasons It Hurts During Sex-And How To Fix It.Kelly S. Updated 24th November 2014;cited 24th September 2015. Available at: http://www.prevention.com/sex/better-sex/solutions-painful-sex

Seberapa Sering Seharusnya Hubungan Seksual Dilakukan?

Summary

“Apakah berhubungan seksual dua kali seminggu sudah cukup? Ataukah harus dilakukan setiap hari?” Seberapa seringkah normalnya pasangan yang sehat melakukan hubungan seksual? Simak artikel berikut dan temukan jawabannya.

Ringkasan

“Does having sex twice a week is enough? or should it be done everyday?” How often should a happy and healthy spouse have sex? Read this article and find out the answer yourself.
Dibuat oleh: dr. Hartanto

Seberapa Sering Seharusnya Hubungan Seksual Dilakukan?

Hubungan seksual merupakan sesuatu yang indah, seringkali juga dianggap sebagai salah satu perekat dalam hubungan rumah tangga. Namun masih menjadi topik pembicaraan yang dianggap tabu. Padahal informasi mengenai topik ini sangat penting diketahui. Tidak jarang orang-orang yang memiliki banyak pertanyaan mengenai permasalahan seksual pun kebingungan mencaritahu mengenai hal tersebut.

sexual frequency EDIT

Pertanyaan yang seringkali muncul adalah seberapa seringnya hubungan seksual yang dianggap normal. Apakah cukup satu kali seminggu? Ataukah harus dilakukan setiap hari? Pasangan kerap kali mencemaskan terlalu seringnya berhubungan seksual atau bahkan terlalu jarang. Kecemasan ini dapat menyebabkan adanya rasa stres, depresi, kepercayaan diri atau bahkan dapat mengakhiri hubungan yang sehat antara pasangan tersebut.

Berapa Kalikah Rata-rata Pasangan Berhubungan Seksual?

sexualfrequencyfinal

Menurut General Social Survey, sebuah badan yang mencatat perilaku seksual di Amerika sejak tahun 1970 rata-rata pasangan usia 20 tahun melakukan hubungan seksual sebanyak 111 kali per tahun.

Apakah ini berarti pasangan yang melakukan hubungan seksual lebih atau kurang dari 111 kali per tahun disebut tidak normal?

Tentu Tidak! Pola hubungan seksual setiap pasangan sangat bervariasi mulai dari bentuk dan seberapa sering hubungan seksual tersebut. Adapun hal-hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

· usia
· kondisi hidup
· kesehatan fisik dan mental
· obat-obatan yang dikonsumsi
· ketidak seimbangan hormon
· rasa duka
· stres dan beban kerja
· status hubungan
· riwayat trauma atau kekerasan
· berkurangnya ketertarikan baik secara fisik ataupun mental
· kurangnya rasa percaya dalam sebuah hubungan
· dan banyak faktor lain

Kita sebagai manusia diciptakan unik adanya, begitu pula dengan kehidupan seksual setiap manusia bersifat unik. Ada yang diciptakan heteroseksual (menyukai lawan jenis), adapula yang diciptakan homoseksual (menyukai sesama jenis) bahkan biseksual (keduanya). Tidak ada masalah selama hal itu tidak dilakukan secara ilegal, mempengaruhi rasa percaya diri ataupun mengganggu aktivitas dan kehidupan sehari-hari.

Lalu Seberapa Sering Seharusnya Hubungan Seksual Dilakukan?

Menurut seorang ahli urologis dari Amerika, dr. Marc Richman, tidak ada definisi yang benar-benar tepat mengenai frekuensi berhubungan seksual. Sebenarnya bukanlah mengenai seberapa seringnya pasangan melakukan hubungan seksual namun apakah mereka sudah bahagia dengan hubungan seksual yang mereka lakukan.

Hubungan seksual pun tidak dapat dijadikan sebuah patokan yang pasti tentang kebahagiaan dari sebuah pasangan. Menurut sebuah penelitian, hubungan seksual sebuah pasangan cenderung menurun seiring dengan bertambahnya usia. Apakah ini berarti mereka lantas dianggap makin tidak bahagia? Tentu saja tidak!

Menurut sebuah penelitian, pasangan yang bahagia rata-rata melakukan hubungan seksual sebanyak 2 hingga 3 kali seminggu. Dan diduga hubungan seksual sebanyak 2 hingga 3 kali seminggu ini membuat pasangan tersebut makin bahagia. Sehingga apabila memang sebuah pasangan belum menemukan pola hubungan seksualnya seringkali disarankan berhubungan seksual 2 hingga 3 kali seminggu.

Lalu Bagaimana Bila Saya Tidak Senang Dengan Hubungan Seksual Saya?

Apabila anda sudah bahagia akan kehidupan seksual anda dengan pasangan anda maka itulah hubungan seksual yang normal bagi anda. Namun yang seringkali terjadi adalah salah seorang atau kedua pasang tidak mengalami kebahagiaan dalam kehidupan seksual mereka dan mereka takut untuk membicarakan hal tersebut.

Hal ini menyebabkan adanya ketidak bahagiaan bahkan seringkali mereka memendam ketidakbahagiaan mereka karena mereka takut mengecewakan pasangan mereka.

Hal ini sangat tidak dianjurkan untuk kebahagiaan pasangan! Apabila terdapat ketidakcocokan antara anda dengan pasangan anda, bicarakanlah dan komunikasikanlah. Apabila diperlukan anda berdua dapat menghubungi pakar seksologi untuk melakukan konsultasi mengenai hal ini.

Ingatlah bahwa hubungan seksual bukan mengenai seberapa seringnya ataupun posisi tertentu ataupun hal lainnya akan tetapi seberapa bahagia hubungan seksual tersebut.

Daftar Pustaka

1. http://www.huffingtonpost.com/robert-weiss/how-much-sex-is-healthy_b_4214472.html
2. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3132270/
3. http://www.dailymail.co.uk/health/article-2611080/How-couples-sex-Twice-week-not-long-claims-leading-doctor.html
4. http://www.jezebel.com/the-truth-about-how-much-a-happy-couple-should-have-sex-1531835849
5. http://www.yourtango.com/experts/lissa-rankin/sexual-frequency-how-much-sex-enough
6. http://www.scienceofrelationships.com/home/2012/4/6/the-ins-and-outs-of-sexual-frequency.html

Mitos-Mitos Seputar Seks Dari Segi Kedokteran

Mencuci Vagina Setelah Berhubungan Badan Dapat Mencegah Kehamilan

Terlambat sudah. Mencuci vagina setelah ejakulasi mungkin bisa saja mengurangi kemungkinan hamil, namun tidak efektif. Pada saat anda mencuci vagina, sebagian sperma sudah masuk ke bagian lebih dalam dan tidak dapat dicegah dengan mencuci. Kemungkinan hamil tetap ada dan ini bukan merupakan metode kontrasepsi efektif yang sudah terbukti dan dianjurkan oleh dokter / departemen kesehatan.

Berhubungan Seksual Sambil Berdiri Atau Loncat-loncat Sesudah Berhubungan Intim Dapat Mencegah Kehamilan

Tidak benar. Gravitasi merupakan gaya yang sangat lemah, apalagi dalam skala mikroskopik. Gaya yang berpengaruh besar di skala tersebut adalah tegangan permukaan (gerakan sperma di dalam cairan uterus). Sperma bergerak di dalam uterus juga dibantu dengan panduan termotaksis (perbedaan suhu) dan kemotaksis (zat kimia tertentu).

how-to-get-pregnant-if-sperm-motility-is-low

Mencocokan Tanggalan Dengan Kesuburan Merupakan Metode Kontrasepsi Yang Efektif

Tidak efektif. Ketika kita berbicara metode, kita harus mengikutsertakan elemen perilaku manusia ke dalamnya. Masalah dalam metode ini adalah, semua orang yang mengikuti metode ini pada suatu saat akan lupa, bosan, atau ada perubahan fisiologis kecil yang tidak disadari wanita (perubahan durasi siklus menstruasi). Hal-hal tersebut membuat metode ini sangat tidak menentu untuk merencanakan masa depan (perihal anak).

Keperawanan Selalu Ditandai Dengan Robeknya Selaput Darah

Tidak semua wanita lahir dengan selaput darah dan ada beberapa kondisi medis yang membutuhkan selaput darah wanita tersebut dirobek atau dibuang. Singkat kata, jangan terlalu cepat menilai dari apa yang terlihat oleh mata, banyak proses masa lalu pada tubuh manusia yang tidak anda ketahui.

Organ Genital Adalah Bagian Tubuh Paling Kotor

Tidak demikian. Tubuh manusia merupakan tempat berkembang biak berbagai organisme dari jamur, bakteri, sampai virus; tidak perduli lokasinya di mana. Namun, perlu kita ingat juga bahwa mikroorganisme tersebut membantu menjaga kulit tetap sehat (simbiosis mutualisme).

Bila flora normal kulit kita hilang atau mati, maka kita akan dengan segera jatuh sakit. Istilah “paling kotor” dalam hal ini tidak punya makna denotasi, namun lebih karena efek psikologis (karena beberapa orang terlalu sering ditakut-takuti).

Skin_Microbiome20169-300

Hubungan Badan Saat Menstruasi Berbahaya

Tidak berbahaya. Hanya ada perbedaan sedikit, saat menstruasi beberapa penyakit lebih mudah menular (mikroorganisme dari darah dan dinding uterus). Selalu gunakan kondom bila berhubungan intim pada saat itu. Hubungan intim saat menstruasi merupakan pilihan masing-masing pasangan.

Komunikasikan dengan baik keluhan dan kekhawatiran sebelum berhubungan intim, karena saat menstruasi beberapa pasangan mengeluhkan rasa nyeri, tidak nyaman, perasaan kotor, dan lain-lain.

Ukuran Penis Menentukan Kepuasan Seks

Mungkin. Banyak sekali faktor yang menentukan kepuasan seksual, tidak hanya ukuran fisik penis atau sempitnya vagina. Persepsi / ekspektasi masing-masing individu sangat berperan besar di sini.

Wanita yang memiliki pandangan bahwa penis pasangannya lebih kecil dari yang diharapkan (tidak perduli besar objektifnya), sering mengeluhkan tidak mendapat cukup kepuasan seksual. Begitupula dengan laki-laki, bila ia menganggap penisnya cukup besar maka ia akan lebih percaya diri dan dapat mencapai kepuasan seksual.

penis_size_by_race

Seks Selalu Berakhir Dengan Orgasme

Tidak. Paling tidak 25% pria dan 50% wanita pernah berpura-pura orgasme. Lebih lagi, hanya 1/3 wanita mengalami orgasme saat kopulasi (penis masuk ke dalam liang vagina). Jangan khawatir bila tidak mencapai orgasme saat hubungan seksual, karena itu merupakan hal yang sangat normal.

Saat orang ingin seks berakhir (bukan berarti tidak puas) namun tidak mau menyinggung perasaan pasangannya, maka orang itu akan berpura-pura orgasme. Tidak ada yang salah dengan cara itu, namun ada cara lain juga.

Komunikasikan baik-baik apa yang dirasakan dan diinginkan oleh pasangan anda (baik pria maupun wanita). Jangan terlalu fokus untuk mencapai orgasme, namun nikmatilah proses hubungan intim tersebut. Hal yang terpenting adalah anda dan pasangan anda merasakan kepuasan seksual, dengan atau tanpa orgasme.

kekasih_gelap

Remaja Akan Lebih Jarang Berhubungan Seks Bila Dilarang Melakukan Hubungan Seksual

Ternyata. Edukasi kesehatan seksual dengan cara abstinensi saja (tidak berhubungan seks sampai menikah) tidak mengurangi perilaku seks bebas, penularan penyakit menular seksual (PMS), dan kehamilan pada remaja.

Namun, edukasi kesehatan seksual komprehensif (abstinensi sebagai salah satu pilhan, alat-alat dan cara-cara kontrasepsi, fisiologi wanita dan pria, psikologi remaja, komunikasi efektif, dan lain-lain) terbukti tidak meningkatkan aktivitas seks, berhasil mengurangi penularan PMS, dan mengurangi kejadian kehamilan pada remaja.

Penulis: dr. Andrew Adiguna Halim

Referensi

1. Schorge, J. O., Schaffer, J. I., Halvorson, L. M., Hoffman, B. L., Bradshaw, K. D., & Cunningham, F. G. (2008). Williams gynecology. United States of America: The McGraw-Hill Companies.

2. Muehlendharda, C. L. & Sheena, K. S. (2010). Men’s and women’s reports of pretending orgasm. The Journal of Sex Research, 47(6). doi:10.1080/00224490903171794

3. Eisenman, R. (2001). Penis size: Survey of female perceptions of sexual satisfaction. BMC Women’s Health, 1(1). doi:10.1186/1472-6874-1-1

4. Frederick, D.A. & Anne, L. (2006). Does size matter? Men’s and women’s views on penis size across the lifespan. American Psychological Association, 7(3), 129-143. doi:10.1037/1524-9220.7.3.129

5. Francken, A. B., van de Wiel, H. B. M., van Driel, M. F., & Weijmar Schultz, W. C. M. (2002). What importance do women attribute to the size of penis? European Urology, 42, 426-431. Diunduh dari: https://www.rug.nl/research/portal/files/6668165/Francken_2002_European_Urology.pdf

6. Grimes, D. A., Gallo, M. F., Halpern V., Nanda K., Schulz K. F., & Lopez L.M. (2012). Fertility awareness-based methods for contraception (Review). The Cochrane Collaboration, 4. doi:10.1002/14651858.CD004860.pub2.

7. Levin, R. J. (2002). The physiology of sexual arousal in the human female: a recreational and procreational synthesis. Arch Sex Behav, 31(5), 405-11. Diunduh dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12238607

8. Suarez, S. S. & Pacey A. A. (2005). Sperm transport in the female reproductive tract. Human Reproductive Update, 12(1), 23-37. doi:10.1093/humupd/dmi047

9. NHS Choice. (2015, 3 Maret). Can you have sex during period? Diunduh dari: http://www.nhs.uk/chq/Pages/3051.aspx?CategoryID=118

10. SOGC. Female orgasm: Myths and facts. Diunduh dari: http://sogc.org/publications/female-orgasms-myths-and-facts/ [20 September 2015]

11. Kohler, P. K., Manhart, L. E, & Lafferty, W. L. (2008). Abstinence-only and comprehensive sex education and the initiation of sexual activity and teen pregnancy. Journal of Adolescent Health, 42, 344–351. Diunduh dari: http://www.researchgate.net/profile/Pamela_Kohler/publication/5505124_Abstinence-only_and_comprehensive_sex_education_and_the_initiation_of_sexual_activity_and_teen_pregnancy/links/0deec5176c9a610b17000000.pdf

12. Kirby, D. B. (2008). The impact of abstinence and comprehensive sex and STD/HIV education programs on adolescent sexual behavior. Sexuality Research & Social Policy, 5(3), 18-27. doi:http://dx.doi.org/10.1525/srsp.2008.5.3.18

13. Stanger-Hall, K. F., & Hall, D. W. (2011). Abstinence-Only Education and Teen Pregnancy Rates: Why We Need Comprehensive Sex Education in the U.S. PLoS ONE, 6(10), e24658. http://doi.org/10.1371/journal.pone.0024658

14. Meylakhs, P. (2011). Dangerous knowledge vs. dangerous ignorance: Risk narratives on sex education in the Russian press. Health, Risk & Society, 13:3, 239-254. doi:10.1080/13698575.2011.558621

Mual dan Muntah Pada Saat Kehamilan

Ringkasan

Para ibu yang sedang hamil tentu tahu bagaimana rasanya mual dan muntah. Mari kita ulas mengenai apa itu mual dan muntah pada kehamilan beserta dengan tips untuk membuat anda merasa lebih baik.

Summary

Pregnant women surely know what it feels to be nausea and vomit. Let’s discuss what is nausea and vomiting on pregnancy and some tips to make you feel better.

Mual dan Muntah pada Saat Hamil

Vomit-Page1

Suatu pagi seorang perempuan mengalami mual dan muntah hebat yang tidak pernah dialami sebelumnya. Sang mertua pun langsung curiga dan memintanya melakukan tes kehamilan. Hasil tes tersebut ternyata positif! Seluruh keluarga bersorak sorai atas kedatangan calon keluarga baru tersebut. Namun dalam benak sang calon ibu terganjal sebuah pertanyaan. “Apakah mual dan muntah yang saya alami ini akan saya alami terus? Apa yang bisa saya lakukan untuk melalui cobaan ini?”

Mungkin itulah yang terjadi dalam kehidupan anda, sebuah cobaan bernama “mual dan muntah” yang menanti. Sebelum para ibu menjadi takut mari kita bahas sedikit mengenai apa itu mual dan muntah pada kehamilan dan bagaimana para ibu dapat melewati cobaan tersebut.

Mari kita kenali apakah yang disebut dengan Morning Sickness

Mual dan muntah pada kehamilan dikenal juga dengan morning sickness atau hiperemesis gravidarum.
Morning sickness diambil dari bahasa Inggris, morning yang berarti pagi hari dan sickness yang berarti penyakit.

Dinamakan demikian karena beberapa wanita mengalami mual dan muntah yang hebat pada pagi hari dan membaik kemudian. Penamaan ini mulai ditinggalkan karena beberapa wanita dapat mengalaminya kapanpun dan terus-terusan hingga sore hari.

Hiperemesis gravidarum merupakan bentuk paling parah dari mual dan muntah pada kehamilan yang ditandai dengan mual dan muntah hebat yang menyebabkan penurunan berat badan hebat, seringkali ibu hamil dengan kondisi ini harus dirawat dan ditangani lebih lanjut oleh dokter.

Mual dan muntah ini terjadi pada 50% hingga 90% kehamilan dimana pada umumnya dimulai pada usia kehamilan 9 hingga 10 minggu, memuncak pada 11 hingga 13 minggu dan mereda pada 12 hingga 14 minggu. Pada kasus-kasus yang parah gejala ini dapat berlanjut hingga usia kehamilan 22 minggu.

Apa saja tanda dan gejalanya?

Yang paling utama dirasakan oleh sang ibu tentunya mual dan muntah. Gejala lain yang dapat dirasakan oleh ibu adalah:

1. rasa lemas
2. pusing
3. peningkatan produksi air liur
4. penurunan konsentrasi
5. gangguan tidur
6. Segeralah hubungi dokter bila terdapat gejala berikut
7. tidak dapat makan atau minum sama sekali lebih dari 24 jam
8. demam
9. penurunan kesadaran atau pingsan
10. nyeri perut hebat

Mengapa ibu hamil dapat mengalami mual dan muntah?

Penyebab dari mual dan muntah pada kehamilan adalah peningkatan dari hormon hCG (human Chorionic Gonadotropin) yang berguna untuk mempertahankan kehamilan. Hormon ini jugalah yang dapat membuat suatu tes kehamilan menjadi positif.
Untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri ibu hamil baca artikel “CIRI-CIRI ORANG HAMIL”

Perubahan dari berbagai hormon lain pun juga membuat berbagai perubahan dalam tubuh ibu yang memicu terjadinya mual dan muntah. Selain adanya perubahan dari pergerakan lambung juga adanya peningkatan daya penciuman yang juga menyebabkan ibu terkadang menjadi mual bila mencium bau makanan.

Tips dan Trik untuk ibu hamil

Bukan berarti ibu yang sedang hamil tidak dapat melakukan sesuatu untuk mengurangi rasa mual dan muntah tersebut.

Drink-Page3

Berikut beberapa tips untuk membantu ibu:

1. kurangilah porsi makan namun segeralah makan bila terasa lapar
2. hindari makanan pedas dan berminyak
3. segeralah isi perut anda di pagi hari dengan camilan ringan seperti biskuit atau roti
4. apabila anda sedang mengkonsumsi vitamin penambah darah, maka hentikanlah sementara
5. cobalah makanan yang asam
6. minumlah air jahe, jahe sudah terbukti secara ilmiah untuk mengurangi rasa mual
7. ketahuilah kebiasaan anda, apakah anda merasa lebih baik dengan istirahat atau berjalan menikmati udara segar

Keywords: morning sickness, mual, muntah, hamil
dibuat oleh: dr. Hartanto

Daftar Pustaka
1. http://www.babycenter.com/303_morning-sickness_1513094.bc
2. http://emedicine.medscape.com/article/254751-overview#showall
3. Lacroix R, Eason E, Melzack R. Nausea and vomiting during pregnancy: A prospective study of its frequency, intensity, and patterns of change. Am J Obstet Gynecol. 2000 Apr. 182(4):931-7
4. Clarkson J. In-patient guideline for Hyperemesis Gravidarum in pregnancy. Royal Cornwall Hospitals Clinical Guideline. 2012
5. Wegrzyniak LJ, Repke JT, Ural SH. Treatment of Hyperemesis Gravidarum. Rev Obstet Gynecol. 2012;5(2):78-84 doi: 10.3909/riog0176.
6. http://www.healthline.com/health/pregnancy/remedies-morning-sickness
7. http://www.jininggreen.com/blog/2015/06/03/healthy-ginger-tea-helps-people-to-regain-and-survive/
8. http://www.parenthub.com.au/news/pregnancy-news/placental-complications-linked-hyperemesis-gravidarum-trimester/

Dapatkah anda memilih jenis kelamin bayi anda?

Ringkasan

Apakah benar bahwa jenis kelamin bayi sepenuhnya berada diluar kendali kita? Ternyata tidak! simak tipsnya pada artikel berikut

Dapatkah anda memilih jenis kelamin bayi anda?

BabiesPage1

Seiring dengan perkembangan jaman dan makin tingginya emansipasi wanita, jenis kelamin bayi pun semakin tidak penting. Namun tidak dapat dipungkiri berbagai pengaruh adat, budaya dan preferensi seringkali membuat orang tua mencari jenis kelamin tertentu. Apakah benar jenis kelamin bayi berada sepenuhnya diluar kendali para orang tua? Mari kita simak artikel berikut dan dapatkan tipsnya.

Apa sih yang menentukan jenis kelamin bayi?

ChromosomePage2

Sebelum kita bahas inti permasalahan artikel ini ada baiknya bila kita mengetahui terlebih dahulu dasar genetika manusia yang menentukan jenis kelamin kita.

Secara genetik, segala sifat fisik tubuh manusia ditentukan oleh DNA (DeoxyriboNucleic Acid) yang terdiri dari 44 kromosom dan 2 kromosom sex yang menentukan jenis kelamin manusia.

Kromosom ini selalu berpasang-pasangan, dimana separuhnya berasal dari sel telur (ovum) dan separuhnya berasal dari sel sperma. Begitu pula kromosom sex dimana XX merupakan kromosom wanita dan XY merupakan kromosom pria.HierarchyPage2

 

Karena ibu hanya memiliki kromosom XX, maka ovum pasti hanya membawa kromosom jenis X. Sedangkan pria yang memiliki kromosom X dan Y dapat memiliki sperma yang membawa salah satu dari kedua jenis kromosom tersebut. Maka dapat kita simpulkan bahwa penentu jenis kelamin bayi adalah sperma.

Lalu apa hubungannya?

Pada tahun 1960 seorang ilmuwan bernama Shettles menemukan bahwa sperma dengan kromosom X lebih besar dan lebih lambat dibandingkan dengan sperma yang memiliki kromosom Y sehingga Shettles menyarankan beberapa metode untuk memperbesar kemungkinan memiliki jenis kelamin tertentu.

Seiring dengan kemajuan teknologi dan penelitian lebih lanjut ternyata ditemukan bahwa perbedaan antara kedua sperma ini tidaklah signifikan. Sehingga metode Shettles pun mulai ditinggalkan dan ditemukanlah berbagai metode lain untuk memisahkan kedua jenis sperma ini. Akan tetapi, metode pemisahan sperma ini masih belum lazim tersedia dan tentu saja memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Mari kita simak metode pertama, Metode Shettles

Shettles mendasarkan metodenya dari perbedaan antara sperma X dan Y. Shettles menemukan bahwa sperma X yang menghasilkan anak perempuan lebih besar dan lebih lambat serta dapat bertahan hidup hingga 2 hari lebih lama dibandingkan dengan sperma Y . Oleh karena itu Shettles menyarankan hal-hal berikut bila untuk memperbesar kemungkinan anak laki-laki:

1. usahakan berhubungan badan sedekat mungkin dengan masa subur karena lendir dari vagina akan makin encer yang membuat sperma Y akan makin cepat berjumpa dengan sel telur.

2. untuk meningkatkan jumlah dan kualitas sperma pria disarankan untuk:

a. hindari panas berlebih pada daerah selangkangan dengan menghindari pakaian yang ketat, berendam di air panas, dan laptop yang disandarkan pada paha.
b. hindari rokok dan minuman keras
c. hindari narkoba dan obat-obatan tertentu

3. berhubungan badanlah dengan posisi “doggy” agar penetrasi penis lebih dalam dan sperma lebih mudah mencapai sel telur.

4. usahakanlah agar wanita mencapai orgasme sebelum ejakulasi agar suasana asam pada vagina berkurang yang akan memperbesar kemungkinan hidup sperma Y.

5. karena sperma X dapat bertahan hidup hingga 5 hari didalam vagina maka dianjurkan agar menghindari berhubungan badan diluar tanggal yang telah ditentukan atau suami dapat menggunakan kondom.

6. Konsumsilah daging, ikan, sayur dan buah yang bersifat “basa” namun hindari makanan yang bersifat “asam” seperti susu dan produknya (keju dan yoghurt), kacang-kacangan, coklat, kerang dan roti

BellyPage3

Tidak hanya itu saja, Shettles pun menyarankan hal-hal berikut bila anda ingin memperbesar kemungkinan memiliki anak perempuan:

1. berhubungan badanlah beberapa hari sebelum tanggal ovulasi dengan anggapan bahwa sperma X yang lebih kuat dapat bertahan lebih lama untuk membuahi sel telur.

2. tingkatkan kualitas sperma pria dengan tips yang sama seperti diatas

3. berhubungan badan dengan posisi “missionary” dimana posisi ini membuat jarak yang harus ditempuh sperma lebih jauh dan memungkinkan sperma X yang lebih kuat membuahi sel telur

4. usahakanlah ejakulasi terjadi sebelum orgasme

5. Berkebalikan dari sebelumnya, konsumsilah susu dan produknya, nasi dan pasta yang bersifat “asam”
Shettles sendiri mengatakan bahwa kemungkinan keberhasilan dari metode ini mencapai hingga 85%. Namun peneliti lain yang mencoba meneliti metode ini nampaknya tidak menemukan hal serupa.

Metode Lain

Metode berikut merupakan metode yang berkembang setelah metode Shettles dianggap tidak lagi memberikan hasil yang memuaskan. Metode ini memiliki kemungkinan berhasil yang lebih besar namun hanya dapat dijumpai pada tempat-tempat tertentu saja.
Contoh dari metode tersebut adalah metode albumin Ericsson dan juga metode PGD (Preimplantation Genetic Diagnosis).

Metode Albumin Ericsson

Metode albumin Ericsson menggunakan lapisan albumin untuk memisahkan sperma X dan Y. Setelah dipisahkan sperma tersebut akan kemudian dimasukkan ke dalam rahim ibu untuk kemudian membuahi sel telur.
Ada yang menyatakan tingkat keberhasilan dari metode ini mencapai 75% namun beberapa penelitian menyatakan bahwa metode ini memberikan hasil yang sedikit lebih baik dibandingkan dengan metode Shettles.

Metode PGD (Preimplantation Genetic Diagnosis)

Metode PGD mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1980 sebagai metode untuk menghindari penyakit genetik. Namun seiring dengan perkembangannya metode ini sering digunakan untuk menentukan jenis kelamin anak meskipun masih menuai kontroversi dari berbagai pihak.

Metode ini menggunakan pewarnaan khusus untuk mengetahui sperma yang memiliki susunan kromosom tertentu dan kemudian memisahkan sperma tersebut. Setelah dipisahkan, pembuahan akan dilakukan diluar rahim atau yang disebut dengan IVF (In Vitro Fertilization). Setelah itu barulah hasil pembuahan akan dimasukkan ke dalam rahim ibu untuk bertumbuh menjadi calon bayi. Untuk mengetahui bagaimana proses perkembangan bayi dalam kandungan bacalah artikel “Proses Kehamilan”

Haruskah kita menentukan jenis kelamin anak kita?

Sebetulnya harus atau tidaknya bergantung dari keputusan masing-masing pasangan sebab tidak ada metode yang akan memberikan hasil yang 100% sesuai dengan keinginan. Yang paling penting untuk disadari adalah bahwa anak merupakan titipan Tuhan yang sangat membutuhkan bimbingan dan kasih sayang terlepas dari apakah anak tersebut laki-laki ataupun perempuan.

Keywords: jenis kelamin, bayi, laki-laki, perempuan
dibuat oleh: dr. Hartanto

Daftar Pustaka
1. http://www.gender-baby.com/
2. http://activity.ntsec.gov.tw/lifeworld/english/content/gene_cc6.html
3. http://www.darwinthenandnow.com/2012/09/collapse-of-the-chromosomal-evolution-theory/human-chromosomes/
4. http://shubhamcoaching.com/8Reaching-the-Age-of-Adolescence.html
5. http://www.wikihow.com/Raise-the-Chances-of-Having-a-Boy
6. http://www.babycentre.co.uk/a549359/can-you-choose-to-have-a-boy-or-girl
7. http://www.essentialbaby.com.au/pregnancy/pregnancy-nutrition-and-wellbeing/old-wives-tales-and-gender-prediction-theories-20140522-38ql2.html
8. http://jezebel.com/5790638/the-history-of-pink-for-girls-blue-for-boys
9. http://humrep.oxfordjournals.org/content/12/9/1920.full.pdf
10. http://www.babymed.com/getting-pregnant/ericsson-method-gender-sex-selection
11. http://www.tmcfertility.com/treatment-options/pre-implantation-genetic-diagnosis-pgd/?lang=id
12. http://emedicine.medscape.com/article/273415-overview#showall